Mengenal Lebih Dalam Tuberkulosis (TB)

ETIKA BATUK DAN BERSIN YANG TEPAT #edukasi #edukasianak Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi dan berpotensi serius terutama pada organ paru-paru. Penyakit ini menjadi 1 dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius.? Infeksi penyakit tuberkulosis mulai meningkat pada tahun 1985, sebagian karena munculnya HIV, virus penyebab AIDS. HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga penderitanya tidak dapat melawan kuman TBC.?? Bakteri penyebab TBC menyebar dari orang ke orang melalui droplet yang dilepaskan ke udara melalui batuk dan bersin. Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus Tuberkulosis (TBC) terbanyak kedua di dunia berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024. Kondisi ini mendorong pemerintah memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mempercepat eliminasi TBC menuju target nasional tahun 2030.

Direktur Direktorat Dekonsentrasi Tugas Pembantuan dan Kerjasama, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Elfin Elyas menyebutkan, Global Tuberculosis Report (GTR) Tahun 2024 melaporkan Indonesia menjadi negara kedua TBC terbanyak di dunia dengan perkiraan 1.090.000 kasus baru dan kematian 125.000 per tahun.

Dengan demikian jelasnya, pemerintah berkomitmen untuk mengeliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030. Komitmen pemerintah dalam penanganan TBC dibuktikan dengan ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 67 tahun 2021.

Dia mengungkapkan, pengentasan TBC juga menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win tahun 2025 yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Sehingga dibutuhkan percepatan dan inovasi dalam upaya penemuan kasus, pengobatan, serta peningkatan kesadaran masyarakat

 

Apa itu tuberkulosis? 

Penyakit tuberkulosis atau TBC terjadi ketika penderita terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis di paru-paru. Kondisi yang disebut dengan TB paru ini harus ditangani segera jika tidak ingin berakibat fatal. Pasalnya, bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menginfeksi organ tubuh lainnya, seperti ginjal, kelenjar getah bening, selaput otak tulang, dan sendi. Ketika tuberkulosis sudah menginfeksi bagian tubuh lainnya, maka kondisi ini disebut dengan TB ekstra paru. Ada dua jenis infeksi TB yang berdasarkan tingkat keparahannya. Berikut ini diantaranya:? 

TBC laten 

TBC laten terjadi ketika penderitanya memiliki kuman di tubuh tetapi sistem imun berhasil mencegahnya supaya tidak menyebar. Penderitanya pun tidak memiliki gejala apapun, dan tidak menular.? Meski demikian, infeksinya masih hidup dan suatu hari nanti bisa menjadi aktif. Jika berisiko tinggi, dokter akan memberi obat untuk mencegah TB aktif. Beberapa faktor risiko yang memicu TB laten menjadi aktif adalah mengidap HIV, mengalami infeksi dalam 2 tahun terakhir, rontgen dada menunjukan kondisi yang tidak biasa, atau sistem kekebalan tiba-tiba melemah. 

TBC aktif 

Sementara seseorang yang sudah mengalami TBC aktif adalah saat kuman berkembang biak dan membuatnya menimbulkan gejala dan sakit. Bahkan, Anda juga dapat menyebarkan penyakit ini kepada orang lain.? 90% kasus aktif pada orang dewasa berasal dari infeksi TB laten. Infeksi TB laten atau aktif juga dapat resisten terhadap obat. Artinya obat tertentu tidak bekerja melawan bakteri. 

Gejala TBC 

Kuman penyebab virus tuberkulosis bersifat khusus, karakteristiknya perkembangan lambat dibandingkan penyakit lain. 

Pada jenis TB laten sebagian besar tidak mengalami gejala. Berbeda dengan TB aktif yang biasanya menyebabkan banyak gejala. Biasanya gejala berhubungan dengan sistem pernapasan yang dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya, tergantung di mana bakteri TBC tumbuh. 

Gejala umum ditimbulkan oleh TBC di paru-paru antara lain: 

  • Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu 
  • Batuk darah atau dahak (dahak) 
  • Sakit dada 
  • Mudah lelah dan lemah?? 
  • Demam 
  • Panas dingin 
  • Keringat malam 
  • Kehilangan nafsu makan 
  • Penurunan berat badan 

 

Penyebab Tuberkulosis? 

Penyebab utama tuberkulosis adalah bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis 

Cara Penularan TBC? 

Bakteri TB ditularkan melalui droplet yang terinfeksi di udara. Begitu tetesan ini memasuki udara, siapa pun di dekatnya dapat menghirupnya. Seseorang dengan TB dapat menularkan bakteri melalui bersin, batuk, berbicara, dan nyanyian.? 

Orang dengan sistem kekebalan yang berfungsi dengan baik mungkin tidak mengalami gejala TB, bahkan jika mereka telah tertular bakteri tersebut, dikenal sebagai infeksi TB laten atau tidak aktif.?? 

Adapun tahapan penularan dari penyakit tuberkulosis:? 

  • Infeksi primer ketika bakteri masuk melalui hidung dan mulut yang menghirup udara dengan kandungan bakteri penyebab tuberkulosis. Bakteri ini bisa mencapai paru-paru, lalu mulai memperbanyak diri. 
  • Infeksi laten, terjadi ketika sistem imun melakukan perlawanan saat bakteri mulai berkembang biak. Ketika sistem imun kuat, maka bakteri dapat dihancurkan untuk? menahan perkembangan infeksinya.? 
  • Infeksi aktif, terjadi ketika sistem imut tidak kuat atau lemah melawan serangan bakteri TB. Alhasil, bakteri akan lebih bebas memperbanyak diri dan menyerang sel-sel sehat di paru-paru. 

Cara mencegah tuberkulosis? 

Faktanya, 10% masyarakat Indonesia memiliki bakteri TB. Namun, apakah infeksi bersifat laten atau aktif tergantung pada kondisi penderitanya. Jika mereka memiliki sistem imun yang baik, maka penyakit ini bisa sembuh bahkan sebelum gejala tersebut muncul. 

Maka dari itulah, pencegahan utama agar tidak terjangkit tuberculosis (TB) adalah menjaga pola hidup, makan cukup, tidur cukup dan berhenti merokok.? 

Jika Anda sudah terinfeksi, selain menjalani pengobatan, sebaiknya melakukan cara pencegahan TBC terbaik agar tidak terjadi penyebaran bakteri tersebut dari orang yang sakit ke orang sehat, selalu berkonsultasi dan memeriksakan diri ke fasilitas Kesehatan terdekat, mengurangi penularan kepada anggota keluarga lain dengan menggunakan masker serta menerapkan etika batuk.

Apabila Anda memiliki anak, jangan sampai melewatkan vaksin BCG atau Bacillus Calmette–Guérin untuk mencegah TBC, Pantau terus Artikel atau informasi - informasi Kesehatan di media social UPTD Puskesmas Rego.

Oleh : PIC SIP Puskesmas Rego